Minggu, 26 Juli 2015

Mudik Lebaranku

Mobil Datsun Go+ Panca membawa kami mengawali perjalanan yang panjang, Perjalanan dari tanggal 8 - 25 Juli 2015. 




Aisyah tgl 20 Juli baru mendarat di Minangkabau





















Beginilah cerita mudik lebaran itu  dimulai...........................

Pada hari Rabu, 8 Juli 2015 


Ba'da Sahur dan Subuh, tepat pukul 05.30 saya pamitan dengan Datuk Pery (Periasman Effendi) dan Bunda Siska (Siska Herawati) serta tak lupa ananda Zahra (ara) berangkat dari perumahan Banjar Wijaya Kota Tangerang ke Jambi dan Payakumbuh. Pagi itu sebelum berangkat menyeberang menyemput pak Rijal (Pak E) di Tanah tinggi Kota Tangerang. 


Perjalanan Tangerang ke Jambi di tempuh jarak lebih kurang 895,72 km, dengan menghabiskan biaya sebesar Rp 320 ribu atau 42 liter, atau 1 liternya untuk 21 kmnya, dengan rincian sebagai berikut : 



  • Tangerang-Merak =90 km, kebetulan pada tanggal 8 Juli 2015 tersebut Komisi V DPR RI, sedang melaksanakan kunker spesifik, alhamdulillahnya sampai di kapal ferry di Merak langsung masuk kapal dengan kondisi teratur, biaya tiket untuk mobil <5 meter Rp 347ribu. Berita bisa dilihat disini 



    ditemani Pak E Rijal menyeberang Merak Bakauheni












  • Bakauheni-Kalianda = 24 km, Kalianda-Bandar Lampung = 65 km, Bandar Lampung-Terbanggi Besar = 71 km, Terbanggi besar-Menggala = 50 km, Menggala-Tulang Bawang = 32 km, Tulang bawang-Teluk gelam = 134 km, Teluk gelam-Indralaya = 71 km, Indralaya-Palembang = 51 km, Palembang-sungai lilin = 68 km, Sungai Lilin-Bayung Lincir = 50 km, Bayung Lincir-Simpang Tempino = 127 km, Simpang Tempino-Jambi = 32 km.


Tanggal 9 Juli 2015 tiba siang jam 11 di Jambi kota Kelahiran, Pak E Rijal melanjutkan perjalanan ke Payakumbuh dengan travel, kami berpisah di Jambi, setelah Pak E Rijal menemani saya selama 31 Jam.



Terminal Bis Alam Barajo Simpang Rimbo Kota Jambi


Sedang saya menginap di jambi dari tanggal 9-12 Juli 2015. 



Pada hari Jumat, tanggal 10 Juli 2015 


papa mama jambi mengundang untuk berbuka puasa bersama.



Om Afan, Papa Arif, Pak Odang buka Puasa bersama
Mama nini dan Uni Susi



Uni susi sedang mengambil minuman buat mama Nini


Bang Gafar menikmati buka puasa dengan Istri tercinta Mbak Las.










Hari Sabtu, 11 Juli 2015




Mama belanja untuk ditinggalkan di Rumah Jambi

Hari Minggu 12 Juli 2015

Perjalanan Jambi - Payakumbuh ditempuh dengan jarak lebih kurang 557, 72 km menghabiskan 24 liter atau setara dengan Rp 177, 600,- (dari Jambi jam 5.30 wib, jam 7.30 wib mampir di tembesi, istirahat selama 30 menit, 




Om Khatib puasa-puasa tetap bekerja


Tante yen serius


Jam 8 pagi mulai perjalanan, buka puasa di lintau jam 18.30 wib, tiba jam 8 malam di payakumbuh)



Penampakan depan rumah Tanah Mati Payakumbuh Barat



Hari Senin, 13 Juli 2015 Jalan-jalan ke Pasar ibuh



Suasana Pasar Ibuh Payakumbuh, Ikut Papa Arif, Mama Rini, Bunda Siska, Mama Meri, Bang Edward





Persiapan mau ke Pasar Ibuh


Persiapan mau ke Pasar Ibuh


Persiapan mau ke Pasar Ibuh




Asyiknya Ara mengayuh becak, saudara-saudaranya asyik menumpang

Hari Selasa, 14 Juli 2015 :


  • Jalan-Jalan ke Tempat Muri pijit simalanggang, Balai Rupi


Kondisi jalan masih ada tanah di Balai Rupi Simalanggang
Papa Arif dan saya pergi berurut dengan anak/menantu Pak Muri.
  • Ke Kelok 9 Payakumbuh
Jalan Kelok 9 Lama




Kelok 9 jalan dengan konstruksi modern


























Dinding bukit di puncak Kelo 9 Payakumbuh


Aisyah duduk diatas Puncak Kelok 9




menikmati suasana di kelok 9 


Aisyah dan Mama Meri


Mama Meri gaya









Mama Sarini di Kelok 9 Payakumbuh


  • Pulang dari kelok 9 mampir ke Lembah Harau










































Kecapean, masih aja anak-anak ngajak ke Harau












































  • Buka Puasa di Batu Bolang Tanjung Patih










Hari Rabu, 15 Juli 2015

Jalan-Jalan ke Dangung-Dangung dengan anak-anak


dari kiri: Ara, Keani, Aisyah, Gita, Ibu, Pandu, Nada, dan sepupu Pandu.

Hari Kamis, 16 Juli 2015 


di Rumah Tanah Mati, Buka Puasa, jemput Rika, Aska dan Ibu Rika di Lampasi karena dikhawatirkan akan melahirkan malam takbiran. Kemudian bersama Datuk Pery dan Bunda Siska ke Rumah Sakit Ibnu Sina, hasil medis menunjukkan belum ada tanda-tanda akan melahirkan baru bukaan satu. Rika disarankan pulang sambil menunggu waktu akan melahirkan (sampai sekarang tanggal 28 Juli 2015, belum juga akan melahirkan, smoga dapat pertolongan Allah, dilancarkan semuanya amiin).





Hari Jum'at, 17 Juli 2015 



  • Sholat Ied di Masjid Istighfar Tanah Mati Payakumbuh, 


Masjid Istighfar Tanah Mati merupakan Masjid satu-satunya di Kelurahan Tanah Mati. di Masjid inilah kami sholat Ied, dengan Papa Arif, Mama Rini, Keluarga Besar H. Asmizal M dan Masyarakat kelurahan Tanah Mati pada tanggal 17 Juli 2015 (1 Syawal 1436 H).































Keluarga H. Asmizal tidak dapat dilepaskan dari masyarakat perkotaannya  di dominasi dengan bertani, berdagang dan pegawai negeri. Disinilah Keluarga H. Asmizal Mansyur  dan Lelhasni membesarkan anak-anaknya sampai memiliki 6 anak-anaknya, dengan rincian 



  1. Da Ul ( anak-anaknya: lala, rere, sizu), Sekarang Daul nikah lagi dengan Bunda Yanti yang memiliki satu anak, namanya Puji.
  2. Da Eki (Istrinya Ni Reni; anak-anaknya : wawa, gita, nada, Pandu) 
  3. Meri (Suaminya Edward, anak-anaknya Sabil dan Aisyah); 
  4. Era ( Suaminya Dt. Pery; anak-anaknya Dzaky dan Zahra); 
  5. Beni (Istrinya Yola; anak-anaknya: Keani dan Bariq); dan 
  6. Yefli (Istrinya Rika dan anaknya Aska dan Insya Allah satu lagi masih dalam perut mama Rika)



Da Ul, Bunda Yanti, dan Puji


3 Pasang, Datuk Pery, Daul dan saya


Bunda Siska dan Mama Meri mengapit keluarga Da Ul




Keluarga Da Eki...Ibu Reni, Wawa, Agit, Nada dan Pandu


Keluarga Da Eki...Ibu Reni, Wawa, Agit, Nada dan Pandu




Keluarga Papa Edward, Mama Meri, Sabil dan Aisyah



Keluarga Dt. Pery, Bunda Siska, Dzaky dan Ara















Keluarga Abi Beni, Ami Yola, Keani dan  Bariq


Keluarga Yefli, Rika dan Aska





  • Jalan-jalan ke Tanjung Pati, Kepalo Bonda, Dangung-Dangung
@rumah Usi Tanjung Pati


Bunda Siska dan Anak-anak serta tek Yanti



Hari Sabtu, 18 Juli 2015

Jalan-Jalan ke Nek Idai, ke Tek Eni di Talago, Dangung-Dangung.


di Rumah Tek Eni @ Talago Kab. 50 Koto




Lah tibo di Rumah Nek Idai di Parit Panjang








Papa Arif (77th)  sebagai anak angkat Nek Idai (90th)






Tanggal Minggu 19 Juli 2015. 

Perjalanan Payakumbuh - Batusangkar (37,9 km); Batusangkar - Sicincin Pariaman (55,7 km); Sicincin Pariaman - Kinali Pasaman ( 130 km); Kinali Pasaman - Koto Alam Lubuk Basung (50 km); Kota Alam - Gumarang Palembayan Lubuk Basung (20 km) 


Di rumah Si Ai Kinali Pasaman












Suasana di Rumah Nenek Gumarang




Tanggal Senin 20 Juli 2015 

Perjalanan Gumarang - Lawang - Matur - Kota Bukit Tinggi  (76 km); Bukit Tinggi - Danau Singkarak - Solok (126 km) 



Selasa, Tanggal 21 Juli 2015 


Solok - Sijunjung - Gunung Medan - Muaro Bungo - Muaro Tebo - Muaro Tembesi - Jambi (569 km).



Aisyah di Rumah Om Riyan di Muara Tebo



Rabu, Tanggal 22 Juli 2015 


Bezuk Bang Gafar di Rumah Sakit Mayang Medical Center Jambi, terkena keracunan cuka pempek



Istirahat di Jambi, Gotong Royong, Perjalanan Simpang Kawat, Kota Baru, Simpang Pulai, Mesjid Seribu Tiang Al falah, Angso Duo, Jembatan Gentala Arasy, Food Capital Jambi. 


Malam itu sudah menunjukkan Pukul 22.00 wib malam, rencana mau cari makan malam bersama Ni Rida, Ni Pin, Ika, Ira, Mama Meri, Sabil, Aisyah dan saya. Rencana mau ke Simpang Pulai, mutar-mutar ke Angso Duo, Jembatan Gentala, ke Mayang, dan ke Sipin Ujung, akhirnya kembali juga ke Simpang Pulai, sampai jam 00.30 subhanallah.



Jembatan Gentala Arasy Jambi


@Capital Food Jambi


@Capital Food Jambi


@Capital Food Jambi



Kamis, Tanggal 23 Juli 2015


Sebelum berangkat kembali ke Serpong, foto2 dulu di Rumah Jambi








melanjutkan perjalanan dari Jambi ke Palembang (281 km), ke tempat Kak Syaiful Islam (tidak ada ditempat), ke tempat Kak Repi Sumpah Pemuda (tidak ada di tempat), baru di tempat Yuk Ya (Dr. Mariathul Fadhilah dan kak Zai (Dr. Zailani, SpOG)), 





Rumah Yuk Ya (Dr. Mariathul Fadhilah dan Kak Zailani) rumah yang berdekatan dengan RSAB Az Zahra




dengan Kak Zailani dan Yuk Ya (pemilik RSAB Az-Zahra Palembang)


Yuk Ya yang masih tetap semangat dan istiqomah


Jalan-jalan melalui Jembatan Ampera, 






Jembatan Ampera




Air Mancur depan Masjid Agung Palembang


Masjid Agung, Makan Pempek di 26 Ilir, malam itu makan malam dengan pempek kapal selam dan pempek kecik.






nginap di Hotel Grand Duta Syariah Palembang (atas kebaikan Zulkipli FP 91)























Jum'at, tanggal 24 Juli 2015 

melanjutkan perjalanan ke Lampung, berangkat Palembang 6.30 wib, sekitar Jam 7.30 di Pasar Indralaya makan pempek dan model, 



Pasar Indralaya OKI Sumsel, tempat sarapan pagi tidak jauh dari terminal ini di depannya ada jual pempek...senangnya Aisyah, Sabil dan Mama Meri sambil tak lupa membeli pempek kecik untuk bekal di jalan.


kemudian melanjutkan perjalanan ke Bakauheni, di Masjid Suka Sari Mesuji OKI,  kami Sholat Jumat. 



Ba'da Shalat Jumat, parkir di depan Masjid Suka Sari Kec. Mesuji OKI Sumsel



Perjalanan dilanjutkan tepat pukul 14.00 wib menuju bakauheni, 8 Jam perjalanan yang melelahkan akhirnya kami sampai juga di Pelabuhan Bakauheni, melewati Pantai Timur Lintas Timur. Perjalanan sejauh kurang lebih 300 km dari Palembang. Jam 23.30 baru masuk kapal ferry di Bakauheni.



Suasana di atas Kapal Ferry yang masih antri untuk merapat di Merak.












Sabtu, 25 Juli 2015, penyeberangan selama 3 Jam  karena antri di merak sekitar 1 jam, jam 3.30 wib sampai di merak, jam 4.00 wib istirahat di rest area Serang Timur tol Jakarta-Merak kilometer 66. Subuh juga di rest area tersebut. setelah istirahat, Jam 5.30 wib melanjutkan perjalanan ke Catalina Gading Serpong. Jam 6.30 wib sampai juga di Catalina.


Perjalanan yang melelahkan itu selalu saya sebagai supir, maksimal kalau dalam perjalanan 3 jam, istirahat selama minimal 10 menit, maksimal satu jam-satu setengah jam.

Jadi kadang-kadang jarak yang ditempuh harusnya 19 jam bisa menjadi 24-26 Jam.




HAL - HAL YANG MENGESANKAN




  1. Sholat Jumat di Kota Baru Jambi
  2. Sholat taraweh di Masjid Addin Jambi
  3. Sholat Subuh di Masjid Nurdin
  4. Sholat ied di Masjid Istighfar Tanah Mati Kota Payakumbuh
  5. Menemani Papa Mama ke Talago, Dangung-Dangung, Kinali Pasaman, Gumarang.
  6. Nemani Mama Papa di Jambi sesuai dengan kebutuhannya






Pengalaman dengan Datsun Go+ Panca



Ketika gas tetap dipertahankan pada RPM 2000 dan tidak disendal-sendal(sebaiknya gas terus dijaga secara stabil artinya ngegasnya harus halus) pengeluaran bensin dengan sendirinya akan kecil tidak boros. Hal yang demikian itu kami alami sendiri, Datsun Go+Panca bukan main iritnya.
Pedal Gas ringan, karena ada tenaga sehingga tarikannya bagus, larinya boleh dibilang cukup lincah ini terasa ketika dipergunakan menyusul mobil yang ada didepan harus kita lewati mobil ini meluncur dengan ringan, maksudnya tidak menghambat ketika membutuhkan tambahan tenaga guna menyusul dengan percaya diri tinggi.
Selama perjalanan, mobil ini tidak merepotkan penumpangnya, anteng dan kalem sekali, pada saat jalan banyak berlubang terutama di daerah Lampung, Palembang, Jambi dan Sumbar,  kami tidak berurusan dengan masalah ban semisal anginnya berkurang, atau bocor Alhamdulillah semua lancar saja.
Rem Bagus memadai, dapat diandalkan, saat hujan jalanan menjadi licin, ketika tiba-tiba harus ngerem karena ada sesuatu yang sangat mendadak, stir tidak terbanting kekiri atau kekanan dan tidak ada masalah, nyaman saja.
Mampu melampaui medan dengan tanjakan tinggi dan turunan curam, pengalaman perjalanan ketika menuju tikungan, tikungan Lintas timur Sumatera dari Lampung, Palembang, Jambi, Muara Bungo Lintau, Kelok 9, Batusangkar, Tikungan Padang Panjang, Koto Alam Lubuk Basung, Tikungan "Letter W" Palembayan, Tikungan Lawang, Tikungan matur.
Cabin-interiornya tampilannya lumayan cantik, kalau memang masih kurang puas dengan apa yang ada tinggal kita tambahi accessories yang kita inginkan.
AC nya sangat dingin, dengan empat orang penumpang didalamnya kami semua kedinginan didalam kabin.
Tampilan Exteriornya cukup elegan, bisa diajak kemana saja dan cukup membanggakan dengan kekuatan mesin 1200 cc.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar